Rabu, 02 Juni 2010

Rambu-rambu Sebelum Memutuskan untuk Menikah

PERNIKAHAN merupakan pintu gerbang yang akan membawa Anda pada kehidupan berumah tangga. Semakin kokoh pondasi yang dibangun bersama pasangan, maka akan semakin kuat Anda dan pasangan menghadapi berbagai cobaan yang menerpa.

Tak hanya itu saja, sebelum melangsungkan pernikahan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan secara saksama. Pasalnya, ini bisa berpengaruh pada hubungan Anda dan pasangan.

Ingin tahu faktor apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan? Askmen menguraikannya untuk Anda:

Anak yang banyak

Anak kerap menjadi salah satu topik yang cukup sering dihindari. Tak sedikit pasangan yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan hanya karena perbedaan persepsi mengenai anak.

Jika Anda berasal dari keluarga besar yang terdiri dari enam bersaudara dan menginginkan anak tidak lebih dari satu, sedangkan pasangan Anda mengharapkan tiga anak, maka Anda menghadapi masalah yang cukup pelik.

Sebelum memutuskan berapa banyak anak yang diinginkan, ada baiknya untuk mendiskusikannya bersama pasangan. Untuk itu, tak perlu terburu-buru memutuskan berapa jumlah anak yang Anda atau pasangan inginkan. Pikirkan matang-matang jumlah yang diinginkan, karena akan berimbas pada masa depan buah hati.

Perbedaan Agama

Jika Anda dan pasangan berbeda keyakinan, tentu Anda tidak dapat mengharapkan pasangan pindah agama dan memiliki keyakinan yang sama dengan Anda.

Selain itu, jika salah satu di antara dari Anda berencana untuk berganti keyakinan, Anda atau pasangan harus yakin dengan agama yang akan dianut. Untuk itu, Anda pun harus memikirkan matang-matang melangsungkan pernikahan dengan pasangan yang berbeda agama.

Kompromi

Pengorbanan adalah salah satu unsur penting dalam membina rumah tangga. Mengesampingkan kebahagiaan Anda untuk kebahagiaan bersama dan belajar untuk meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan, merupakan hal yang penting Anda lakukan. Ingatlah bahwa pernikahan bukan lah sebuah perebutan kekuasaan, tetapi kerja sama mencapai kebahagiaan.

Oleh karena itu, jika Anda dan pasangan tengah dihadapkan pada keputusan sulit, tetaplah berkompromi dengannya dan tidak mengedepankan ego Anda.

Tetap menjalin komunikasi yang lancar

Salah satu kunci untuk tetap mempertahankan kebahagiaan rumah tangga adalah Anda harus memerhatikan apa yang istri Anda katakan, dan tidak hanya sekadar menganggukkan kepala dalam sebuah perjanjian dengannya.

Kesalahan terbanyak yang paling sering dilakukan pasangan adalah ketika mereka hanya berpura-pura untuk mendengarkan, sampai giliran mereka untuk berbicara. Jika itu terjadi, maka Anda sekadar menyatakan pendapat. Dalam hal ini, Anda tidak akan mendapatkan apa pun.

Inti dari diskusi bersama pasangan ialah untuk memahami pendapat masing-masing dan menjadi sepaham. Bukan untuk menunggu dia berhenti mengoceh dan mengungkapkan betapa besar kesalahan yang telah dilakukannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar