Senin, 10 Mei 2010

Cairan vagina: Temukan fakta sebenarnya!

 

Cairan vagina biasanya jernih dan tidak berbau. Di sela-sela masa menstruasi biasanya akan terlihat seperti noda berwarna agak krem pada celana dalam atau panty liner. Cairan ini bisa mengeluarkan sedikit bau karena berreaksi dengan bahan celana dalam atau panty liner. Cairan vagina keluar dari bukaan rahim yang disebut serviks.

Fakta-fakta tentang cairan vagina:
  • Kalau diperiksa, cairan vagina mengandung sel-sel vagina, bakteri dan jaringan-jaringan yang sudah mati yang berasal dari rahim, serviks dan dinding vagina.
  • Cairan vagina berbeda buat tiap cewek dan juga berbeda selama siklus menstruasi.
  • Cairan ini biasanya bertambah banyak dan menjadi agak fleksibel dan encer ketika kamu sedang berovulasi.
  • Dua hari sebelum datang bulan, cairan ini akan berwarna agak kecoklatan.
  • Cairan vagina dipengaruhi oleh SHHE ABC:
Stress
Hormon: Estrogen
Hygiene(kebersihan)
Emosi

Age (Umur)
Bakteri: Baik atau Jahat
Contraceptive Use (Penggunaan kontrasepsi)
Perhatikan perubahan-perubahannya dan coba buat pola siklus menstruasimu dengannya. Cobalah catat cairan vagina yang normal buatmu.
shutterstock
Kalau cairan vagina kelihatan nggak normal, harus bagaimana ya?
Kalau kamu curiga cairan vaginamu nggak normal, bikin janji deh sama doktermu. Doktermu bakal melakukan pemeriksaan panggul. Pap smear juga mungkin bisa dilakukan buat memeriksa serviks. Doktermu mungkin bakal nanya apakah kamu pernah melakukan hubungan seks tanpa kondom atau punya lebih dari satu pasangan hubungan seks sebelumnya. Kalau kamu punya lebih dari satu pasangan berhubungan seks, kamu bakal punya kemungkinan lebih besar untuk terkena infeksi, yang bisa ditunjukkan oleh keluarnya cairan vagina yang ngga normal. Kalau di keluargamu ada sejarah kanker, kamu bakal menjalani beberapa tes atau pemeriksaan lebih lanjut.
pH vagina
Vagina melindungi dirinya dari infeksi dengan pH rendah atau bersifat asam. pH rendah ini bisa dipelihara dengan adanya keseimbangan organisme dan bakteri, serta asam laktat yang dikeluarkan oleh sel -sel vagina. Keseimbangan ini bisa hilang karena adanya infeksi vagina, kurangnya kebersihan atau penggunaan kontrasepsi. Kalau ini terjadi, kamu bakal merasa gatal di vaginamu dan bahkan ada perubahan pada cairan vaginamu.
Kenapa cairan vagina bersifat asam?
Vagina dilapisi oleh lapisan-lapisan sel yang aktif seperti organisme yang hidup di vagina. Bakteri dan sel-sel di vagina membuat pH vagina menjadi asam. Estrogen yang dilepas oleh ovarium memberi tanda buat sel-sel vagina untuk membuat dan melepaskan asam laktat. Bakteri-bakteri tertentu, seperti lactobacillus juga menghasilkan asam laktat dan bersama sel-sel vagina mempertahankan pH asam vaginamu. pH vagina yang normal adalah 4.5 atau lebih rendah.
Normal ngga sih kalau ada bakteri di vagina kita?
Vagina itu adalah sebuah dunia sendiri. Sebagian dari bakteria ini adalah penghuni tetap vagina. Ada sekitar 30 jenisnya. Mereka ini berguna lho! Sebagian besar dari bakteri-bakteri ini adalah Lactobacillus. Bakteri-bakteri ini bekerjasama untuk membuat vagina tetap sehat dengan mempertahankan pH vagina.
Fakta tentang bakteri yang baik buat vagina: Lactobacillus
shutterstock
  • Mereka bakteri yang paling banyak jumlahnya di vagina.
  • Mereka membantu membuat vagina kita sehat dengan melepaskan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida mengendalikan pertumbuhan bakteri-bakteri lain. Dengan begitu, lingkungan vagina yang “normal” dan “seimbang” bisa dipertahankan.
  • Lactobacillus menghasilkan asam laktat yang menyebabkan pH vagina asam.
  • Semakin banyak lactobacillus di dalam vagina, semakin baik. Bakteri-bakteri ini melindungi vagina dari infeksi.
Bisa ngga bakteri yang biasa hidup di vagina juga menyebabkan penyakit?
Dari waktu ke waktu, bakteri dan organisme yang hidup di vagina bisa berkurang jenisnya atau berkurang jumlahnya. Kalau ini terjadi, infeksi ngga selalu terjadi. Tapi, kalau jumlah bakteri-bakteri ini meningkat, kamu mungkin bakal merasa gatal-gatal atau merah-merah di vaginamu, atau ada perubahan pada cairan vaginamu.
Bakteri yang hidup di vagina biasanya tidak menyebabkan infeksi. Kayak warganegara yang baik, mereka hidup bersama dengan penuh kedamaian dan berusaha mengerjakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Tapi, kurangnya kebersihan, ketidakseimbangan hormon dan pemakaian sabun yang keras untuk membersihkan daerah intim bisa mengubah ketentraman ini. Ketika kulit di sekitar vagina teriritasi oleh sabun atau bahan celana dalam yang ngga ramah bagi kulit, jangan digaruk ya. Menggaruk bisa menyebabkan timbulnya luka-luka kecil yang juga bisa mengganggu keseimbangan ini. Pemakaian obat-obat tertentu juga bisa menyebabkan organisme lain bertambah jumlahnya, sehingga mengakibatkan infeksi.

sedikit nggilani tapi ini yng perlu kita ketaui,,,khususnya kaum cwekkkk...^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar